Kamis, 13 Maret 2014

KONTRIBUSI SARAPAN, BEKAL MAKANAN, DAN JAJANAN TERHADAP STATUS GIZIANAK SEKOLAH

Oleh: Lia Pursitawati, AMG, SP (Kadiv. Gizi Prokami Banten)


Anak sekolah dalam daur kehidupan merupakan periode tumbuh kembang yang masih memerlukan perhatian orang tua. Aktifitas fisik di sekolah dan di rumah memerlukan asupan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Anak pada saat ke sekolah kadangkala tidak sempat sarapan pagi dengan berbagai alasan. Terkadang ibunya tidak sempat menyiapkan sarapan, atau walaupun sarapan sudah disiapkan, anak tidak sempat sarapan. Hal ini akan mendorong anak jajan di sekolah pada jam istirahat.Oleh karena itu untuk tetap menjaga asupan zat gizi sesuai kebutuhan gizi seimbang anak maka diperlukan bekal makanan yang sehat dan bergizi yang dikonsumsi anak sekolah atau bahkan perlunya informasi mengenai makanan jajanan yang sehat, bergizi dan aman dikonsumsi anak sekolah.

Informasi makanan bergizi perlu dimiliki oleh para orang tua dan guru, karena melalui merekalah informasi tersebut sampai kepada anak didik. Selain orang tua dan guru, pengelola kantin dan penjual jajanan juga harus memiliki pengetahuan tentang makanan jajanan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Dengan bekal pengetahuan ini diharapkan mereka menyediakan jajanan yang bergizi dan aman dikonsumsi oleh anak-anak, selalu memperhatikan jenis jajanan yang disediakan, tempat penyajian, dan kebersihan kantin itu sendiri. Mereka perlu memahami bahwa jajanan yang semula dari produsennya sudah aman, dapat tercemar di perjalanan dan saat penyajian di tempat penjualnya.

Makanan jajanan yang dijual di sekitar sekolah biasanya menggunakan bahan tambahan makanan (BTP) seperti pewarna, pengawet, pemanis, dan penyedap. Oleh karena itu, keamanan pangan makanan jajanan perlu terus ditingkatkan mengingat anak-anak sekolah tidak hanya jajan di kantin sekolah yang sudah mendapat pembinaaan dan pengawasan yang baik dari pihak sekolah ataupun BBPOM, Namun dikhawatirkan penjaja makanan yang ada di depan sekolah yang menjual berbagai jenis jajanan menarik yang belum tentu terjamin keamanan dan kebersihannya. Mengkonsumsi BTP secara berlebihan akan berdampak terhadap. kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.

Jenis-jenis bahaya yang mungkin terdapat pada makanan dan minuman dikelompokkan menjadi:
a. Bahaya Biologis: bahaya mikribiologis meliputi; mikroorganisme pathogen, perusak,
b. Bahaya kimia : senyawa kimia berbahaya, rhodmin b, metyl yellow, formalin, dll
c. Bahaya fisik: karet, isi streples, rambut, batu-batu kecil, plastik, dll

Selain bahaya diatas adapula penyakit bawaan makanan atau dikenal dengan foodborne disease faktor utamanya terjadi karena :
a. Pendinginan yang tidak tepat
b. Membiarkan makanan selama 12 jam penyajian
c. Kontaminasi makanan mentah ke dalam makanan ‘non-reheating”
d. Penanganan makanan oleh pekerja yang menderita penyakit infeksi
e. Proses pemasakan dan pemanasan tidak cukup
f. Penyimpanan makanan dalam keadaan hangat < 65 c
g. Pemanasan kembali makanan dengan suhu tidak tepat
h. Makanan berasal dari sumber yang tidak aman
i. Terjadi kontaminsi silang

Gizi Anak Sekolah
Kebutuhan gizi anak sekolah dipenuhi selain dari konsumsi makanan di rumahnya juga didapat dari konsumsi makanan saat di sekolah. Oleh karena itu konsumsi makanan di rumah dan disekolah harus diperhatikan nilai gizinya sehingga memenuhi kriteria gizi seimbang.

Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu dalam satu hari, dengan bahan makanan beraneka ragam dan mengandung zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tubuhnya. Sarapan pagi sangat penting bagi anak-anak karena dapat menyumbang seperempat dari kebutuhan gizi sehari yaitu sekitar 450-500 Kal dengan 8-9 gram protein.

Kecukupan zat gizi sehari anak laki-laki dan perempuan usia 7 – 9 tahun adalah sebagai berikut: energi 1800 Kal, Protein 45 g, kalsium 600 mg, zat besi 10 mg; Usia 10 – 12 tahun anak laki-laki : energi 2050 kal, protein 50 g, kalsium 1000 mg, zat besi 13 mg,;dan anak perempuan usia 10-12 tahun kebutuhan gizinya: energi 2050 Kal, protein 50 g, kalsium 1000 mg, dan zat besi 20 mg.

Kandungan gizi dari bekal sekolah atau makanan jajanan diharapkan mengandung nilai gizi :300 kal, dan protein 5-7 g. Jadi ada sekitar 37% kontribusi sarapan dan bekal makanan/jajanan terhadap kebutuhan gizi anak sekolah. Apabila hal ini diabaikan anak akan kehilangan 1/3 zat gizi yang dibutuhkan tubuhnya. Oleh karena itu sarapan dan bekal makanan/jajanan ini penting sekali diperhatikan baik gizi, kebersihan maupun keamanannya.

Dampak Negatif Makanan Jajanan
Kebiasaan jajan yang terlalu sering dapat mengurangi nafsu makan anak di rumah. Selain itu, masih banyak jajanan yang kurang memenuhi syarat kesehatan sehingga justru dapat membahayakan kesehatan anak.
Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa 60% jajanan anak sekolah tidak memenuhi standar mutu dan keamanan pangan dan 45% jajanan anak ditemukan berbahaya.Kondisi seperti ini dapat disebabkan oleh mikroba beracun baik karena pengolahan makanan yang tidak benar maupun penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak diizinkan. Jika hal ini terjadi akan secara langsung berdampak pada menurunnya status kesehatan anak dan semakin memperbesar peluang anak untuk menderita penyakit.

Agar dampak negatif dari makanan jajanan tidak semakin meluas diperlukan suatu upaya pencegahan sejak dini salah satunya yaitu dengan diterapkannya pendidikan gizi anak usia sekolah dasar. Pendidikan gizi yang dimiliki oleh seorang anak erat kaitannya dengan pengetahuan gizi yang dimiliki oleh anak tersebut. Tingkat pengetahuan memegang peranan penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki maka seorang anak akan lebih mudah untuk berperilaku hidup sehat. Dengan demikian dengan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kebiasaan makan sehari-hari baik dirumah maupun d isekolah termasuk juga dalam pemilihan makanan jajanan yang sesuai dengan syarat kesehatan dan pedoman gizi seimbang dapat memperbaiki dan mempertahankan status gizi anak sekolah dasar.

Tips Memilih Jajanan Sehat, Bergizi dan Aman
Bagaimana caranya agar anak kita tetap mendapatkan asupan makanan yang sehat bergizi dan aman meski kadang suka jajan , berikut tips-tipsnya:
1. Hindari makanan jajanan yang berwarna mencolok
Jajanan dengan warna mencolok dikhawatirkan mengandung zat pewarna yang tidak aman. Jenis makanan yang seringkali ditemui mengndung pewarna berbahaya ini seperti kerupuk, saus tomat, snack, es, dan minuman.
2. Jangan Teruskan memakan jajanan dengan rasa yang terlalu tajam
Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam seperti sangat gurih atau sangat manis.
3. Kenali Aromanya
Cium aroma makanan atau minuman tersebut, apakah berbau tidak enak seperti tengik atau apek. Jika ya, berarti makanan tersebut sudah terkontaminasi mikroorganisme.
4. Lihat Label
Jajanan harus sudah mendapat ijin dari BPOM dan tanggal kadaluarsanya.
5. Perhatikan perubahan bentuk, bau, atau warna
Jika sudah mengalami perubahan berarti sudah tidak layak dimakan
6. Perhatikan tempat membeli makanan tersebut
Bagaimana kebersihan tempat dan pedagangnya
Terpenuhinya zat gizi anak sekolah sebagian didapat dari konsumsi jajanan di sekolah. Tetapi akan lebih baik lagi bila anak membawa bekal dari rumah yang lebih bisa kita awasi gizi dan kebersihannya. Oleh karena itu peran orang tua terutama ibu sangat penting agar memberikan pemahaman kepada anak akan pentingnya pemilihan makanan bergizi, sehat dan aman untuk di konsumsi saat di sekolah.

Bagaimana cara mengurangi atau menghindari jajan? Cobalah tips ini:
1. Kurangi frekuensi jajan anak dalam sehari atau seminggu
2. Supaya Tidak Ketagihan jajan (snackholic) jangan memberi jajanan sebagai hadiah atau ungkapan sayang.
3. Terapkan kebiasaan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah
4. Biasakan membawa bekal makanan dari rumah dengan menu bervariasi
5. Dampingi anak saat menonton iklan jajanan di TV sambil memberi pengertian sisi baik dan buruknya.
6. Bimbing anak untuk memilih makanan dengan berpikir.



Bekal makanan anak sekolah yang praktis menarik dan bernilai gizi tinggi perlu diciptakan bagi para ibu yang menyediakan makanan bagi anak-anaknya. Berikut ini contoh menu bekal makan anak sekolah :

  1. A.  SUSHIMIE

Bahan-bahan :

Supmie 2 buah

Daging cincang 20 gram

Sosis 2 buah

Telur 3 buah

Wortel 1 buah

Buncis 4 buah

Nori

Bumbu: lada, bawang Bombay, dan saos teriyaki



Cara membuat :

  1. Rebus mie lalu tiriskan

  2. Campur mie, bumbu mie, lada dengan daging cincang dan 1 buah telur

  3. Dadar telur tipis, sisihkan, bagi dua.

  4. Atur campuran adonan mie diatas dadar telur, tambahkan potongan wortel sosis separuh dan buncis

  5. Gulung mie, lalu ikat dengan nori

  6. Kukus selama 10 menit

  7. Buat kuah sushi : tumis bawang Bombay yang sudah diiris, lalu masukan saos teriyaki, tambahkan air secukupnya.





  1. B.   BURGER KIDO

Bahan-bahan:

Roti tawar 3 lembar

Daging cincang 20 g

Telur 2 butir

Susu cair plain 50 ml

Keju 1 lembar

Terigu 15 g

Sayuran: tomat, ketimun, dan slada

Bumbu ; bawang Bombay (iris dadu kcl), gula, garam secukunya





Cara Membuat :

  1. Campurkan roti, susu dan 1 butir telur kocok

  2. Bagi 4 bagian

  3. Panggang hingga matang di Loyang bulat



Cara membuar daging burger ;

  1. Tumis bawang Bombay hingga layu

  2. Campurkan terigu, ½ telur kocokan, daging cincang dan gula garam secukupnya lalu adu rata

  3. Bentuk bulat lalu goring hingga kering



  1. C.   MINI FANTASI

Bahan-bahan:

Ubi 200 g

Susu Kental manis 30 ml

Agar-agar 40 g

Pewarna makanan



Cara Membuat:

  1. Kukus ubi hingga empuk/ matang

  2. Kupas bersih ubi matang lalu haluskan

  3. Tambahkan susu kental manis

  4. Bagi adonang menjadi 7-9 buah

  5. Warnai dengan pewarna kue sesuai keinginan

  6. Celupkan kue-kue mini yang sudag dibentuk kedalam agar-agar bening

  7. Lalu dinginkan sejenak hingga agar-agar mengeras



Membuat Adonan agar-agar :

  1. Campur agar-agar dengan 50 air

  2. Panaskan hingga mendidih

Tags :

Page IMANI PROKAMI

Artikel Populer