Senin, 09 Februari 2015

SIMPOSIUM DAN SILATURRAHIM TENAGA KESEHATAN MUSLIM SE SUMATERA BARAT

Menyikapi beragamnya respon masyarakat terhadap program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS, maka Prokami Sumatera Barat menggandeng Kantor Cabang BPJS di Padang mengadakan simposium dalam rangka sosialisasi program dari BPJS sekaligus menyampaikan kendala-kendala lapangan yang ditemukan oleh para tenaga kesehatan, terutama yang bergabung dalam Prokami Sumatera Barat. Bersamaan dengan kegiatan sosialisasi, Prokami Sumatera Barat juga memperkaya pengetahuan anggotanya dengan menghadirkan pakar tentang penyakit jantung dan pembuluh darah. Kegiatan simposium yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama yaitu Simposium yang berlangsung mulai pukul 09.00 dengan dibuka oleh Asisten Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Syafrudin, mewakili Gubernur Sumatera Barat dan sesi kedua yaitu Silaturrahaim yang dikhususkan untuk pengurus Prokami se Sumatera Barat.
Acara simposium kali ini mengambil tema “Refreshing Pemahaman Jaminan Kesehatan Nasional dan Tantangannya di Masa Depan serta Update Pengetahuan Seputar Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah” dengan menghadirkan Pembicara yang tidak hanya aktif di forum lokal tetapi juga sudah sering aktif di forum–forum Internasional, yaitu Prof. Dr. med. dr.  Puruhito, SpB, SpBTKV,FICS, FAMM, Dr. Dedy Almasdy,  Msi, Apt, dan dr. Muhammad Fadil, SpJP, FIHA. Selain ke tiga pemateri tersebut juga ada pemateri dari Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan  yakni Meri Lestari, S.Farm, Apt, AAK yang memapakarkan tentang Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional.
Simposium yang berlangsung sangat menarik ini diikuti oleh 160 peserta dari berbagai profesi kesehatan di Sumatera Barat, sesi diskusi tak pernah sepi, para peserta simposium terlihat aktif bertanya, hanya saja karena keterbatasan waktu tidak semua mendapatkan kesempatan bertanya. Para peserta berharap agenda ini rutin dilaksanakan PROKAMI Sumatera Barat. Sebenarnya agenda ini termasuk kegiatan rutin setelah sebelumnya di tahun 2013 PROKAMI Sumatera Barat untuk pertama kalinya mengangkatkan Simposium tentang Kontroversi Immunisasi.
Disela acara silaturrahim Prokami Sumatera Barat, Ketua Pengwil dr Roni Eka Saputra, SpOT didampingi sekretaris Dr. Dedy Almasdi, Apt, Msi beserta ketua panitia dr Benny Antama Syant menyampaikan bahwa tenaga kesehatan muslim Sumatera Barat harus lebih kompak dan aktif dalam menyikapi persoalan-persoalan kesehatan ditengah masyarakat. Melalui nakes inilah masyarakat akan mendapatkan informasi yang benar, mengenai penyakit maupun program-program pemerintah. Sehingga organisasi seperti Prokami sangat memegang peranan penting dalam menghimpun potensi yang luar biasa ini dan senantiasa memberikan pencerahan berkaitan informasi-informasi terkini.
Dalam kesempatan acara pembukaan, Prokami Sumatera Barat sekaligus menyampaikan pernyataan sikap berkaitan KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri yang melanda Kota Padang. Prokami turut berduka dan sangat menyayangkan atas jatuhnya korban akibat KLB Difteri. Sehingga Prokami Sumatera Barat mendukung penuh upaya Pemerintah Daerah beserta jajarannya dalam upaya mengatasi KLB Difteri ini. Prokami siap untuk berpartisipasi aktif, dalam kegiatan teknis di lapangan, terutama dalam upaya edukasi ditengah-tengah masyarakat. Prokami menyadari bahwa rendahnya cakupan immunisasi, mulai membawa dampak negatif pada angka kesakitan di daerah ini. (Humas)

 Pengurus Prokami Sumbar Bersama Prof. Puruhito, SpBTKV

Peserta Simposium serius mengikuti jalannya acara

 Tetap serius dibawah kedipan kamera

Penyerahan cendera mata oleh Ketua Pengwil Prokami Sumbar dr. Roni Eka Sahputra, SpOT kepada Prof. Puruhito, SpBTKV
Tags : ,

Page IMANI PROKAMI

Artikel Populer