Jumat, 22 Desember 2017

Selamat Hari Ibu 22 Desember 2017 Mitokondria : Sebuah Kisah Cinta Abadi oleh dr. Indra Kusuma M.Biomed Bidang Ristek Kedokteran & Kesehatan DPP IMANI-PROKAMI Tulisan ini seharusnya merupakan kisah tentang Ibu dan warisan kehidupan yang diberikannya, ini adalah kisah tentang Mitokondria. Saya kira semua orang tahu dan pernah membaca Harry Potter dan bagaimana ia mendapat reputasi sebagai the boy that survived , Voldermort tidak mampu menyentuh apalagi mencederainya karena perlindungan- menurut Dumbledore, an ancient protective charm yaitu cinta seorang ibu. Pengorbanan ibu telah memberikan Harry perlindungan dari sihir hitam sampai mencapai usia baligh. Masih mengenai Ibu, dalam Islam kita mengenal suatu hadits yang mengatakan bahwa syurga berada di telapak kaki ibu, mengindikasikan betapa terhormat posisi seorang ibu dalam kehidupan. Ditambah lagi hadist lain yang mengatakan sampai tiga kali untuk kita menghormati ibu sebelum menghormati ayah kita, Ibu,ibu, ibu baru lah ayah. _"... Who should i give my love to, my respect, my honour to, who should i give good mind to, after Allah and Rasulullah?_ _comes your mother, who next ?_ _your mother, who next ?_ _your mother and then your father..."_ - Puitisasi dalam lagu Yusuf Islam Dalam cerita rakyat kita mengenal kisah Malin Kundang yang kedurhakaannya telah menyakiti ibunya sendiri hingga terucaplah kutukan tersebut, dan si Malin berubah menjadi batu. Kasih ibu sepanjang jalan dan kini perkembangan ilmu pengetahuan telah mendapat bukti-bukti yang mendukungnya. Berkembang diantara para pakar biologi bahwa pada organisme multiselular, sel-sel diatur secara hierarkis dan karenanya terdapat sebuah entitas master, dipercayai bahwa entitas utama ini bukanlah inti sel seperti yang dipercayai sebelumnya, namun tidak lain adalah maternal mitochondrion yaitu mitokondria yang kini diketahui diwarisi secara maternal. DNA Mitokondria ( mtDNA) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh mekanisme seksual. Sementara DNA inti (nDNA) tidak lain dari campuran antara DNA ibu dan ayah. Mitokondria sebagai entitas utama dalam suatu sel adalah pengertian yang dapat dibandingkan dengan Revolusi Copernicus, organel intra sellular tidak lagi mengorbit di sekeliling Nukleus, tapi justru semua mengorbit disekeliling dan melayani kepentingan mitokondria maternal. Mitokondria berkuasa atas hidup dan matinya sebuah sel karena ia memiliki kontrol atas programmed cell death. Ini mengapa sel manusia mendedikasikan lebih dari 100 gen inti untuk melayani mtDNA yang hanya mengkode 13 protein saja. Tiga belas protein yang memiliki kontrol total atas proses produksi energi mitokondria yang mensuplai energi untuk sel hingga pada gilirannya memegang kunci atas hidup dan matinya sebuah sel, atau bahkan keseluruhan organisme tersebut. Ketidakseimbangan fusi dan fisi mitokondria menyebabkan fragmentasi dan distiribusi abnormal sehingga suplai energi terganggu dan terjadi kerusakan sel bahkan berujung pada apoptosis dan degenerasi sel saraf seperti pada penyakit Parkinson, Alzheimer, dan lain-lain. Mitokondria disisi lain adalah organel yang egois, dia dapat berpindah dari satu sel yang sekarat menuju sel yang lebih sehat. Ia juga tidak dapat dibentuk utuh dari nol melainkan harus memiliki sebagian struktur sebelumnya sebagai template. Sebagai kesimpulan mitokondria diangkat sebagai entitas master karena memiliki kualitas berikut yang tidak dimiliki yang lain yaitu : • Garis keturunan tidak terputus dari generasi sel ke generasi berikutnya • Kontrol atas produksi energi • Kemampuan untuk melintas antar sel dan bertahan hidup dari kematian sel • Mengatur kematian sel • Mitokondria mendapat manfaat terbanyak dari interaksi antara organel dan mengeksploitasi secara efisien milieu disekitarnya. Jadi kawan, adalah fakta yang sulit dibantah bahwa dalam setiap mitokondria dalam sel tubuh kita terkandung material genetik yang sama yang dimiliki oleh ibu kita dan ibu beliau, nenek kita, dan ibunya sebelumnya sampai ke ibu kita yang pertama Siti Hawa. Warisan tanpa terputus dari ribuan generasi. Mungkin mata kita adalah milik ayah, kulit kita milik ibu, hidung kita milik nenek, dan postur kita milik kakek. Semua yang tampak pada diri kita adalah hasil kontribusi banyak generasi kedua orang tua kita, namun energi yang menggerakkan kehidupan kita sehari-hari di produksi oleh satu saja, yaitu warisan dari ibu kita. Buatlah ia kecewa dan tersakiti hatinya, bukan tidak mungkin Allah berkehendak maka kutukannya akan mengalir menuju setiap mitokondria kita dan BUMM ! Menjadi batu , kaku , tanpa energi, seperti robot yang yang dilepas baterainya. Dibalik setiap pemimpin yang sukses disitu ada istri dan ibu yang setia dan berbakat, dibalik setiap prestasi dan gerak langkah sehari-hari tersembunyi didalam tubuh berkah cinta ibu kita, warisan cintanya menjadi energi penggerak. Ibu, ibu, ibu dan barulah ayah, 3 dari 4 bagian, seperti juga mtDNA dan nDNA, 3 bagian ternyata milik ibu kita hanya satu bagian saja dari ayah. Betapa banyak kita mendengar berita bahwa keikhlasan, ridha dan maaf dari seorang ibu telah membebaskan anaknya dari sakaratul maut yang berkepanjangan. Jadi kawan, ini adalah kisah cinta abadi seorang ibu pada anaknya tidak terputus meski ribuan generasi berlalu, Allah jadikan energi cinta itu bagian utama dari hidup kita, hormatilah maka surga ganjarannya, khianatilah maka jangan terkejut bila hidup dan mati kita berada pada ridha ibu, demikianlah Allah menempatkan posisi ibu diantara kehidupan di muka bumi ini berbanggalah dan berbahagialah atas kehormatan yang Allah berikan pada Ibu ! * _"... Atas cinta yang tak pernah berhenti dari nadi_ _dan ketabahan menumbuhkan matahari_ _untuk semua yang kau tulis_ _yang kau ukir di dalam diriku_ _dan lekuk jiwa semesta..."_ ( kutipan dari Perempuan Berselendang Bintang, Abdurrahman Faiz ) *** *** Oleh Dr. Indra Kusuma M.Biomed, dari buku *Bunga Rampai Kedokteran Islam 1, IMANI-PROKAMI* Bahan Bacaan : 1. Agnati et al. Are maternal mitochondria the selfish entities that are masters of the cells of eukariotic multicellular organisms ? Communicative & Integrative Biology 2009; 2:2; 194-200 2. Wulandari DT. Evolusi mitokondria dan pemanfaatannya dalam penelusuran kekerabatan dan evolusi organisme. #IMANI #PROKAMI_Muda #Itqon_Ihsan_Ikhlas

Selamat Hari Ibu 22 Desember 2017 Mitokondria : Sebuah Kisah Cinta Abadi oleh dr. Indra Kusuma M.Biomed Bidang Ristek Kedokteran & Kesehatan DPP IMANI-PROKAMI Tulisan ini seharusnya merupakan kisah tentang Ibu dan warisan kehidupan yang diberikannya, ini adalah kisah tentang Mitokondria. Saya kira semua orang tahu dan pernah membaca Harry Potter dan bagaimana ia mendapat reputasi sebagai the boy that survived , Voldermort tidak mampu menyentuh apalagi mencederainya karena perlindungan- menurut Dumbledore, an ancient protective charm yaitu cinta seorang ibu. Pengorbanan ibu telah memberikan Harry perlindungan dari sihir hitam sampai mencapai usia baligh. Masih mengenai Ibu, dalam Islam kita mengenal suatu hadits yang mengatakan bahwa syurga berada di telapak kaki ibu, mengindikasikan betapa terhormat posisi seorang ibu dalam kehidupan. Ditambah lagi hadist lain yang mengatakan sampai tiga kali untuk kita menghormati ibu sebelum menghormati ayah kita, Ibu,ibu, ibu baru lah ayah. _"... Who should i give my love to, my respect, my honour to, who should i give good mind to, after Allah and Rasulullah?_ _comes your mother, who next ?_ _your mother, who next ?_ _your mother and then your father..."_ - Puitisasi dalam lagu Yusuf Islam Dalam cerita rakyat kita mengenal kisah Malin Kundang yang kedurhakaannya telah menyakiti ibunya sendiri hingga terucaplah kutukan tersebut, dan si Malin berubah menjadi batu. Kasih ibu sepanjang jalan dan kini perkembangan ilmu pengetahuan telah mendapat bukti-bukti yang mendukungnya. Berkembang diantara para pakar biologi bahwa pada organisme multiselular, sel-sel diatur secara hierarkis dan karenanya terdapat sebuah entitas master, dipercayai bahwa entitas utama ini bukanlah inti sel seperti yang dipercayai sebelumnya, namun tidak lain adalah maternal mitochondrion yaitu mitokondria yang kini diketahui diwarisi secara maternal. DNA Mitokondria ( mtDNA) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh mekanisme seksual. Sementara DNA inti (nDNA) tidak lain dari campuran antara DNA ibu dan ayah. Mitokondria sebagai entitas utama dalam suatu sel adalah pengertian yang dapat dibandingkan dengan Revolusi Copernicus, organel intra sellular tidak lagi mengorbit di sekeliling Nukleus, tapi justru semua mengorbit disekeliling dan melayani kepentingan mitokondria maternal. Mitokondria berkuasa atas hidup dan matinya sebuah sel karena ia memiliki kontrol atas programmed cell death. Ini mengapa sel manusia mendedikasikan lebih dari 100 gen inti untuk melayani mtDNA yang hanya mengkode 13 protein saja. Tiga belas protein yang memiliki kontrol total atas proses produksi energi mitokondria yang mensuplai energi untuk sel hingga pada gilirannya memegang kunci atas hidup dan matinya sebuah sel, atau bahkan keseluruhan organisme tersebut. Ketidakseimbangan fusi dan fisi mitokondria menyebabkan fragmentasi dan distiribusi abnormal sehingga suplai energi terganggu dan terjadi kerusakan sel bahkan berujung pada apoptosis dan degenerasi sel saraf seperti pada penyakit Parkinson, Alzheimer, dan lain-lain. Mitokondria disisi lain adalah organel yang egois, dia dapat berpindah dari satu sel yang sekarat menuju sel yang lebih sehat. Ia juga tidak dapat dibentuk utuh dari nol melainkan harus memiliki sebagian struktur sebelumnya sebagai template. Sebagai kesimpulan mitokondria diangkat sebagai entitas master karena memiliki kualitas berikut yang tidak dimiliki yang lain yaitu : • Garis keturunan tidak terputus dari generasi sel ke generasi berikutnya • Kontrol atas produksi energi • Kemampuan untuk melintas antar sel dan bertahan hidup dari kematian sel • Mengatur kematian sel • Mitokondria mendapat manfaat terbanyak dari interaksi antara organel dan mengeksploitasi secara efisien milieu disekitarnya. Jadi kawan, adalah fakta yang sulit dibantah bahwa dalam setiap mitokondria dalam sel tubuh kita terkandung material genetik yang sama yang dimiliki oleh ibu kita dan ibu beliau, nenek kita, dan ibunya sebelumnya sampai ke ibu kita yang pertama Siti Hawa. Warisan tanpa terputus dari ribuan generasi. Mungkin mata kita adalah milik ayah, kulit kita milik ibu, hidung kita milik nenek, dan postur kita milik kakek. Semua yang tampak pada diri kita adalah hasil kontribusi banyak generasi kedua orang tua kita, namun energi yang menggerakkan kehidupan kita sehari-hari di produksi oleh satu saja, yaitu warisan dari ibu kita. Buatlah ia kecewa dan tersakiti hatinya, bukan tidak mungkin Allah berkehendak maka kutukannya akan mengalir menuju setiap mitokondria kita dan BUMM ! Menjadi batu , kaku , tanpa energi, seperti robot yang yang dilepas baterainya. Dibalik setiap pemimpin yang sukses disitu ada istri dan ibu yang setia dan berbakat, dibalik setiap prestasi dan gerak langkah sehari-hari tersembunyi didalam tubuh berkah cinta ibu kita, warisan cintanya menjadi energi penggerak. Ibu, ibu, ibu dan barulah ayah, 3 dari 4 bagian, seperti juga mtDNA dan nDNA, 3 bagian ternyata milik ibu kita hanya satu bagian saja dari ayah. Betapa banyak kita mendengar berita bahwa keikhlasan, ridha dan maaf dari seorang ibu telah membebaskan anaknya dari sakaratul maut yang berkepanjangan. Jadi kawan, ini adalah kisah cinta abadi seorang ibu pada anaknya tidak terputus meski ribuan generasi berlalu, Allah jadikan energi cinta itu bagian utama dari hidup kita, hormatilah maka surga ganjarannya, khianatilah maka jangan terkejut bila hidup dan mati kita berada pada ridha ibu, demikianlah Allah menempatkan posisi ibu diantara kehidupan di muka bumi ini berbanggalah dan berbahagialah atas kehormatan yang Allah berikan pada Ibu ! * _"... Atas cinta yang tak pernah berhenti dari nadi_ _dan ketabahan menumbuhkan matahari_ _untuk semua yang kau tulis_ _yang kau ukir di dalam diriku_ _dan lekuk jiwa semesta..."_ ( kutipan dari Perempuan Berselendang Bintang, Abdurrahman Faiz ) *** *** Oleh Dr. Indra Kusuma M.Biomed, dari buku *Bunga Rampai Kedokteran Islam 1, IMANI-PROKAMI* Bahan Bacaan : 1. Agnati et al. Are maternal mitochondria the selfish entities that are masters of the cells of eukariotic multicellular organisms ? Communicative & Integrative Biology 2009; 2:2; 194-200 2. Wulandari DT. Evolusi mitokondria dan pemanfaatannya dalam penelusuran kekerabatan dan evolusi organisme. #IMANI #PROKAMI_Muda #Itqon_Ihsan_Ikhlas
Tags :

Page IMANI PROKAMI

Artikel Populer